Jumat, 24 Maret 2017

Teori Koordinasi manajemen makna



Pengantar Teori Manajemen Makna Terkoordinasi
Teori ini dikemukakan oleh W. Barnett dan Vernon Cronen.Mereka menyatakan bahwa“quality of our personal lives and of our social worlds is directly related to the quality of communication in which we engage. Asumsi ini dikembangkan berdasarkan pandangan yang menganggap bahwa percakapan adalah basic material yang membentuk dunia sosial. Teori mereka, yaitu coordinated management of meaning. Pearce dan Cronen menghadirkan CMM sebagai sebuah teori praktis yang ditujukan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Tidak seperti ahli teori objektivis lainnya, mereka tidak mengklaim teori ini sebagai hukum besi komunikasi yang menjadi penguasa kebenaran bagi setiap orang dalam setiap situasi. Bagi Pearce dan Cronen, ujian utama bagi teori mereka adalah bukan kebenaran tunggal tetapi konsekuensi. Mereka memandang teori CMM sebagai teori yang berguna untuk mensimulasi cara berkomunikasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup setiap orang dalam percakapan sehari-hari. Oleh Karena itu teori CMM umumnya banyak digunakan dalam konteks mediasi, terapi keluarga, konflik budaya dan sebagainya.

Teori Manajemen Makna Terkoordinasi
            Barnett Pearce dan Vernon Cronen mempercayai bahwa komunikasi adalah sebuah proses dimana kita secara kolektif menciptakan peristiwa dan benda-benda dari kehidupan sosial yang ada di sekitar lingkungan kita. Teori mereka tentang manajemen makna koordinasi dimulai dengan sebuah pernyataan untuk membangun realitas sosial mereka dan mereka secara serentak membentuk dari apa yang telah mereka buat. Pearce and cornen menyebutkan teori ini sebagai sebuah teori praktis untuk menolong seseorang menjadi lebih baik. Mereka percaya teori praktik komunikasi menwarkan berbagai macam cara untuk membantu kita untuk mengerti lebih baik segala pola dari sebuah interaksi, mengidentifikasi kejadian kritis di dalam percakapan kita, dan menganjurkan kita untuk berbicara yang akan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik. Teori ini menyediakan pandangan luas tentang konsep, deskripsi, dan model untuk melakukan sesuatu. Para terapis, pekerja sosial, konsultan, dan pengajar menemukan cara untuk membantu orang lain. Pengguna teori ini menyebut diri mereka sebagai social constructionist.. Teori ini, memiliki beberapa konsep. Diantaranya adalah, sebagai berikut :
                 The experience of persons-in-conversation is the primary social process of human life. Keterlibatan seseorang dalam sebuah percakapan adalah proses utama  dalam kehidupan manusia. Pearce mengatakan bahwa konsep dasar ini dimunculkan untuk menyikapi pendapat yang mengatakan bahwa“communication as an odorless, colorless vehicle thought that is interesting or important only when it is done poorly or breaks down.”Menurutnya, komunikasi bukan sekedar aktivitas atau alat bagi seseorang untuk mencapai tujuannya, sebaliknya komunikasi yang membentuk siapa diri mereka dan menciptakan hubungan di antara mereka.
The way people communicate is often more important than the content of what they say.seseorang berkomunikasi sering lebih penting daripada isi pembicaraannya. Mood dan cara seseorang berkomunikasi memainkan peran yang besardalam proses konstruksisosial. Dengan menggunakan bahasa orang saling menyebut orang lain sebagai rasis, gila, buas dan sebagainya. Dengan bahasa pula orang bisa memilih untuk menyebut sebuah peristiwa sebagai sebuah tindak kejahatan atau hanya sebagai sebuah insiden, sakit jiwa daripada gila, dan sebagainya.
The actions of persons-in-conversation are reflexively reproduced as the interaction continuous. Maksudnya bahwa setiap apa yang kita lakukan akan berbalik dan mempengaruhi kita. Tindakan seseorang dalam percakapan akan menentukan kelanjutan dari interaks imereka.
As social constructionists, CMM researchers see themselves as curious participants in a pluralistic world. Mereka penuh rasa ingin tahu karena mereka memandang konyol jika mengharapkan kepastian ketika berhadapan dengan tindakan individu di luar kehidupan mereka dalam kondisi yang selalu berubah.

Para teoritisi CMM membedakan stories lived dan stories told. Stories lived adalah co-constructed actions yang kita jalani bersama orang lain. Stories told adalah kata-kata naratif yang kita gunakan untuk memahami stories lived.


Catatan Kritis
            Setelah saya mempelajari teori manajemen makna terkoordinasi, bahwa Pearce dan Cronen tidak menuntut bahwa kekuatan adalah isu penting bagi kehidupan dalam masyarakat. Banyak praktisi teori ini berpendapat bahwa tidak secara otomatis mencari siapa yang mengontrol percakapan utnuk mempertahankan dominasi kekuatan yang ada. Teori ini giat sebagai teori kritis yang bergantung pada apa arti untuk membuat sebuah pernyataan. Teori ini juga dapat membantu kita dalam hal mediasi, dan terapi dalam keluarga, dan membuat kestauan dalam perbedaan.


Penerapan
            Teori manajemen makna terkoordinasi menitikberatkan pada interakasi interpersonal. Karena di setiap individu terdapat sebuah komunikasi. Teori ini juga dapat digunakan sebagai mediasi diantara dua individu yang sedang mengalami permasalahan. Teori ini juga terdapat dalam sebuah komunikasi keluarga. Teori ini juga dapat untuk menyatukan sebuah komunitas yang berbeda dalam sebuah masyarakat. Teori CMM ini akan menimbulkan dunia sendiri, dan akan membangun realitas sosial terhadap sekumpulan individu yang mempunyai hobi atau kesukaan yang sama atau seragam

Contoh Kasus
            Dinda adalah gadis penyuka budaya musik  korea, atau lebih dikenal dengan sebutan K-Pop. Dinda menyukai K-Pop sejak SMP. Tetapi sejak SMP, Dinda hanya menyalurkan hobinya sendiri tanpa adanya orang lain yang memiliki kesukaan seragam. Sejak awal masuk SMA, Dinda mulai menemukan banyak teman yang menyukai budaya K-Pop. Dari situlah Dinda dan teman penyuka K-Pop serasa memiliki dunia sendiri. Setiap kali mereka berkumpul atau bertemu, hal utama dari pembicaraannya adalah tentang K-Pop. Mereka sering lupa waktu untuk membahas hal yang berbau korea, mulai dari membahas Band baru, artis baru di korea, mempelajari bahasa korea, dan juga membicarakan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan artis korea.






Teori Interaksionisme simbolik



Pengantar Teori Interaksionisme Simbolik ( Interactionisme Symbolic )
Teori Interaksionisme simbolik sebenarnya tidak lepas dari tokoh George Herbert Mead. Mead berfikir bahwa pemikiran seseorang, konsep kita, dan masyarakat luas dimana kita tinggal telah membentuk sebuah komunikasi. Menurutnya, tanpa adanya interaksi simbolik  kita tidak pernah tahu apa yang ada dalam masyarkat.
Interaksi simbolik tidak hanya apa yang kita bicarakan, tetapi lebih menekankan pada bahasa dan gerak tubuh seseorang dalam meresponnya. Generasi setelah Mead merupakan awal perkembangan interaksi simbolik, yang mana ketika itu dasar pemikiran Mead terpecah menjadi dua mazhab yang berbeda dalam hal metodologi.  Kedua mazhab itu ialah Mazhab Chicago yang dipelopori oleh Blumer dan Iowa yang dipelopori oleh Manfred Kuhn bersama dengan Kimball Young. George Herbert Mead menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mengajar di Universitas Chicago. Bukunya yang berjudul “Mind, Self, and Society” merupakan kumpulan bahan kuliah yang ia berikan di Universitas Chicago.

Teori Interaksionisme Simbolik
Teori Interaksi Simbolik merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Teori interaksi simbolik berfokus pada pentingnya konsep diri dan persepsi yang dimiliki iindividu berdasarkan interaksi dengan individu lain. Blumer menyebutkan terdapat tiga prinsip dari teori simbolik interaksionisme, yaitu meaning, language, dan thinking. Prinsip tersebut merujuk pada kesimpulan tentang kreasi dari seseorang, sosial, dan masyarakat luas.
Prinsip pertama adalah, meaning. Tujuan utama dari prinsip meaning adalah membangun realitas sosial. Menurut Blumer beralasan bahwa manusia bertindak terhadap orang atau hal-hal atas dasar makna atas apa yang orang lain lakukan. Berkaca dari pendapat Mead, Nell menyebutkan bahwa untuk mendapatkan salah satu yang dicetuskan para ilmuwan adalah pemikiran tentang stimulus-respon. Tetapi, setelah mendapatkan perubahan ditetapkan bahwa diagram dari sebuah interaksi adalah adanya stimulus-interpretation-response.
               Prinsip kedua dari Blumer adalah Language atau bahasa. Maksud dari prinsip ini adalah bahwa bahasa dapat dijadikan sebagai sumber dari suatu makna. Dengan kata lain, makna tidak melekat pada suatu benda, suatu makna dapat di istilahkan dengan bahasa maka dapat diistilahkan sebagai interaksi simbolik. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan untuk menyebutkan sesuatu hal. Kita dapat menunjuk suatu objek , mengidentifikasi tindakan, atau merujuk pada suatu ide yang abstrak. Mead percaya bahwa penyebutan simbol adalah dasar untuk masyarakat luas. Ahli beranggapan bahwa dengan memperluan pengetahuan adalah dengan bergantung pada keberagaman suatu kata. Meskipun bahasa dapat menjadikan sebuah batasan bagi kita, tetapi kita dapat melewati batasan tersebut dengan kemampuan yang kita miliki  dan dapat mengetahui berbagai kata. 
               Prinsip ketiga adalah Thinking, maksudnya adalah interpretasi seseorang tentang simbol adalah hasil percampuran dari proses pemikiran mereka sendiri. Ahli berpendapat bahwa interaksi simbolik menggambarkan pemikiran sebagai percakapan dengan diri sendiri. Mead menyebutnya dengan minding. Minding adalah komunikasi dengan diri sendiri sebagai cara mudah, berlatih bersikap, dan mencegah reaksi sebelum menanggapi. Keikutsertaan Mead yang paling terbesar adalah tentang pemahaman kita terhadap cara berpikir kita sendiri tentang gagasannya bahwa seseorang  memiliki kemampuan “ To take the role of the other”, maksudnya adalah proses jiwa kita untuk membayangkan kamu adalah orang lain yang melihat dirimu sendiri. Mead yakin bahwa pemikiran adalah sebuah perkataan jiwa yang diakui oleh masyarakat , dan masyarakat akan melihat kita,, dan beraksi untuk merespon apa yang telah kita lakukan
 
 
 
 
Catatan Kritis
            “Melihat teori yang dapat diuji dan dijelaskan secara langsung dan tidak langsung yang diteliti menggunakan penelitian sosial , gagasan Mead adalah sebuah gagasan yang cacat”, pendapat itu adalah penilaian dari Sheldon Stryker dan saya menyetujuinya. Interaksionisme simbolik dikritik karena karena meremehkan atau mengabaikan  peran struktur berkala luas. Ketidakjelasan konsep-konsep esensial Meadian seperti : pikiran, diri, I, dan Me.  Konsep dasar teori interaksionisme simbolik yang dinilai keliru, tidak tepat. Karena-konsep itu tak tepat, maka sulit mengoperasionalisasikannya, akibatnya adalah tak dapat dihasilkan proposi-proposisi yang dapat diuji.

Penerapan
            Jika berbicara tentang penerapan atau aplikasi teori interaksionisme simbolik dapat masuk ke interaksi interpersonal, karena terjadi antara dua individu. Karena dalam interaksi interpersonal terdapat suatu interaksi yang memungkinkan terjadinya interaksi menggunakan simbol-simbol. Simbol tersebut bisa menggunakan bahasa, dan gestur atau gerak tubuh. Di dalam interaksi tersebut seseorang yang menerima simbol dari lawan bicara harus mengartikan dan memaknai apa maksud simbol tersebut agar kita dapat mengerti dan tidak terjadi Missed Communication. Selain itu, teori interaksi simbolik juga diterapakn pada komunikasi kelompok, publik, dan massa.

Contoh Kasus
            Dalam teori ini pada intinya menginterpretasi simbol yang kita terima, baik simbol verbal dan nonverbal. Salah satu simbol verbal adalah menggunakan bahasa dalam suatu interaksi. Bahasa adalah sumber dari makna. Salah satu cotoh populer saat ini adalah tentang pidato Ahok di kepulauan seribu. Dalam isi pidato tersebut Ahok berbicara tentang pemakaian surat al-maidah ayat 51 oleh oknum politisi. Ahok mempunyai niatan bahwa, surat Al-Maidah 51 sering dipakai sebagai alat kebohongan oknum politisi. Tetapi ditanggapai lain oleh bebarapa pihak seperti FPI ( Front Pembela Islam ). FPI beranggapan bahwa Ahok telah menistakan agama islam, karena telah membawa surat Al-Maidah 51 yang pada intinya terdapat dalam kitab suci Al-Quran untuk kegiatan politik Ahok. Maka dari sinilah kita harus berhati-hati dalam menggunakan bahasa. Karena pemakaian bahasa akan memengaruhi kita sendiri.

Senin, 06 Maret 2017

TEORI KOMUNIKASI

1. Apa yang dimaksud dengat teori ?
 
Teori, adalah sebuah perangkat yang membantu seseorang untuk melihat proses-proses dan pengalaman-pengalaman sehari-hari. Teori juga sering mengurangi pengalaman menjadi sebuah katagori dan sebagai hasilnya akan meninggalkan sesuatu. Dapat disimpulkan bahwa teori merupakan sebuah sistem konsep dan hubungan-hubungan konsep yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena. Dengan kata lain, teori adalah sebuah ide mengenai bagaimana sesuatu terjadi.  

2. Mengapa perlu belajar teori ?

Teori sangatlah perlu untuk dipelajari karena teori dapat membantu kita dalam memahami, menjelaskan, mengartikan, menilai, dan menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan bidang tertentu. Teori berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan sebagai referensi untuk menyusun bahan penelitian. Semua peneliti harus berbekal teori agar wawasannya menjadi lebih luas dan dapat menyusun penelitian yang baik. Pentingnya teori adalah sebagai kerangka kerja penelitian,terutama untuk mencegah praktek-praktek pengumpulan data yang tidak memberikan sumbangan atau dampak bagi pemahaman peristiwa.

 3.  Mengapa perlu belajar teori komunikasi ?
 
Mempelajari teori komunikasi akan membantu untuk melihat hal-hal yang belum pernah dilihat sebelumnya, melihat hal-hal yang tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Pelebaran presepsi ini akan memungkinkan untuk keluar dari cara berpikir yang biasa serta dapat menyesuaikan diri, fleksibel, dan canggih terhadap pendekatan komunikasi. Sehingga teori komunikasi memberikan seperangkat alat bantu yang berguna untuk melihat proses dan pengalaman melalui cara pandang yang baru.
Belajar teori bukan hanya sekedar membaca tapi dengan belajar teori kita dapat mengetahui sesuatu hal yang belum pernah kita lihat dan ketahui sebelumnya.Seperti yang telah disebutkan oleh W. Littlejohn, dalam bukunya Theories of Human Communication, Wadsworth (2005:2)
“studying communication theory will help you see things you never saw before.One writer put it this way.”The paradigma observer is not the man who sees and reports what all normal observers see and report,but the man who sees in familiar objects what no one else has seen before.”
“Dengan mempelajari teori komunikasi akan membantu melihat segala sesuatu yang tidak kita lihat/sadari sebelumnya”dengan pernyataan yang berbeda.”Pengamat yang mendasarkan diri pada suatu paradigma tertentu bukanlah orang yang melihat dan memberitahu seperti apa yang orang awam lihat dan laporkan,melainkan dia akan melihat sesuatu pada hal-hal yang lumrah yang tidak bisa dilihat orang sebelumnya.”

Melihat analogi dari Thomas Kuhn (Littlejohn,2005:3):
“Looking at a contour map,the student sees lines on paper,the cartographer a picture of a terrain.looking at a bubblechamber photograph,the student sees confused and broken lines,the physycist a record of familiar subnuclear events.”

“Jika melihat sebuah peta kartografi maka seorang siswa hanya akan melihat garis-garis biasa,seorang ahli peta akan menggambarkan sebuah tanah lapang.Melihat pada foto ruangan gelembung,seorang siswa hanya melihat gari-garis yang membingungkan,seprang ahli fisika mencatat kejadian-kejadian subnuklir.” Artinya, seseorang hanya bisa melihat sebuah fenomena dengan sudut yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa kalau dia mempunyai bekal teori untuk membedah fenomena tersebut.

Dari beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan mempelajari teori komunikasi kita akan mendapatkan bekal agar dapat mengetahui segala sesuatu dengan cara baru dengan pandangan yang menarik dan bisa mendapatkan manfaat dari sesuatu tersebut. Teori-teori berfungsi sebagai alat bantu yang berguna untuk melihat proses dan pengalaman sehari-hari.Kita memerlukan teori komunikasi untuk mengetahui makna-makna tersembunyi dalam peristiwa komunikasi,seperti  pesan-pesan non-verbal,simbol-simbol,dsb. Dengan belajar teori komunikasi dapat membantu kita untuk menyusun pesan atau menyampaikan sesuatu dengan baik.


4. Sejak kapan para ahli tertarik mengkaji komunikasi sehingga menjadi disiplin ilmu / studi akademik ? 
Dalam buku Littlejohn, Theories of Human Communiation, Littlejohn menuliskan bahwa Komunikasi telah menjadi topik sangat penting pada abad ke-20. Ini karena munculnya teknologi komunikasi, seperti radio, televisi, telepon, satelit, dan jaringan komputer. Kajian mengenai komunikasi mulai intensif dilakukan setelah Perang Dunia I, yang didorong oleh kemajuan teknologi. Hal ini ikut memengaruhi kajian mengenai komunikasi. Kondisi politik mendorong para ahli untuk mengkaji propaganda dan pembentukan opini publik. Padamasa itu mulailah para peneliti tertarik meneliti sikap dan opini dan mencoba mengetahui bagaimana cara memengaruhi opini publik melalui media massa. Pada periode yang sama, ilmu-ilmu sosial dan psikologi juga sedang mengalami perubahan yang sangat pesat pada waktu itu. Kebanyakan riset dari ilmu sosiologi pada 1930-an lebih fokus pada bagaimana  pengaruh komunikasi terhadap masyarakat dan individu. Riset-riset psikologi yang berkembang pada fenomena-fenomena komunikasi, seperti pengaruh film pada anak-anak, propaganda dan persuasi, serta dinamika kelompok.
Tidak hanya itu komunikasi juga pada akhirnya berkaitan dengan dunia pendidikan.Banyak studi komunikasi yang lebih khusus mempelajari bagaimana pemanfaatan media masa  dalam pengajaran seperti diskusi kelompok ,serta bagaimana pengaruh penggunaan berbagai media komunikasi yang dipakai di dalam kelas.Selain itu pada paruh pertama abad ke-20 komunikasi berkembang karena adanya rasa keingintahuan para pebisnis untuk mengetahui bagaimana cara pemasaran dan periklanan dengan memanfaatkan media komunikasi.Studi-studi mengenai komunikasi lebih banyak digunakan pada kepentingan yang bersifat komersial.
Setelah Perang Dunia II,ilmu pengetahuan sosial semakin dikenal,serta minat terhadap kajian psikologi dan sosial semakin kuat. Pengambilan keputusan dalam kelompok menjadi hal yang penting bukan hanya diantara kalangan peneliti tetapi pada masyarakat umum karena penggunaan propaganda yang luas selama masa perang untuk menyebarkan ideologi rezim-rezim yang menindas. Oleh karena itu,semenjak Perang Dunia ke II studi komunikasi menjadi sangat penting.

  5. Pendekatan dalam studi komunikasi berkembang secara berbeda-beda menurut paradigma dan tempat atau negara di mana para ahli itu berkarya.Coba anda deskripsikan perbedaan studi komunikasi di Amerika Serikat dan di Eropa?
 
Perkembangan ilmu komunikasi terjadi diberbagai belahan dunia dan memiliki perbedaan dan prespektif tersendiri dalam perkembangannya. Perbedaan itu pula terjadi di Amerika Serikat dan di Eropa. Di Amerika Serikat, studi ilmu Komunikasi menetikberatkan penelitian secara kuantitatif dengan tujuan menghasilkan penelitian yang objektif.Meskipun hal ini tidak pernah benar-benar menyetujui sasaran sempurna yang dilakukan oleh para peneliti,namun metode kuantitatif merupakan metode yang sudah digunakan selama bertahun-tahun.Berbeda dengan di Eropa, studi penelitian komunikasi lebih ditekankan pada sejarah, budaya, dan kajian kritis yang berlandaskan pada pemikiran Marxisme serta cenderung menggunakan Teori-teori kritis.(Littlejohn,2005:4).


  1. Perbedaan karakteristik juga terjadi antara ilmu komunikasi yang berkembang di negara-negara Barat dengan ilmu komunikasi di negara-negara Timur.Coba deskripsikan perbedaan tersebut
Negara-negara Timur, dan negara-negara Barat memiliki perbedaan karakteristik dalam berkomunikasi. Karakteristik komunikasi di negara-negara timur adalah cenderung berfokus pada keutuhan dan persatuan, cenderung memandang komunikasi sebagai hasil rangkaian kejadian yang tidak direncanakan dan terjadi secara alami, lebih menekankan pemusatan emosional dan spiritual sebagai hasil dari komunikasi, simbol verbal tidak diutamakan bahkan dianggap skeptis, tidak mempercayai rasio dan logika, dan hubungan lebih rumit dan kontektual, dan berkembang menurut peranan sosial, status, dan kekuasaan.
Sedangkan pandangan komunikasi di negara-negara barat adalah terkadang mengukur bagian-bagian tanpa memperhatikan integrasi dasar atau penggabungan bagian tersebut, didominasi oleh pandangan individualisme, semua orang dianggap berhati-hati dan aktif untuk mencapai tujuan pribadi,menyebabkan kecenderungan orang Asia bersifat individualistik dan sangat kognitif, lebih menghargai rasio dan logika, dan hubungan ada antara dua atau lebih individu.

7.  Jelaskan proses yang dilakukan oleh para ahli di dalam membentuk atau mengembangkan teori komunikasi ?

Sebuah titik awal untuk memahami komunikasi sebagai sebuah bidang dan teori-teorinya, merupakan proses dasar dalam penelitian itu sendiri. Proses penelitian sistematis melalui tiga tahapan. Pertama, adalah mengajukan pertanyaan. Menurut Gerald Miller, dan Henry Nicholson berpendapat ( Littlejohn,2005:3 )

“Nothing More....than, the process of asking interesting, significant questions...and providing disciplined, systematic answers to them”.

“ Tidak lebih...daripada proses mengajukan pertanyaan-pertnyaan signifikan menarik....dan memberikan jawaban-jawaban yang sistematik dan rapi bagi mereka”.

Tahapan kedua dalam penelitian adalah pengalaman. Para akademisi mencari jawaban dengan mengamati fenomena. Metode pengamatan saling berbeda dari satu tradisi ke tradisi lain. Beberapa akademisi mengamatinya dengan memeriksa catatan dan artefak, yang lainnya dengan keterlibatan pribadi yang menggunakan alat bantu dan percobaan yang teratur.
Tahapan ketiga adalah menyusun jawaban. Pada tahap ini, para ahli mencoba untuk mendefinisikan, menggambarkan, dan menjelaskan untuk mengetahui penilaian dan interpretasi tentang apa yang diamati. Untuk membentuk jawaban dengan membentuk hipotesis. Pada tahap ketiga inilah pembuatan teori dilakukan.


8.  Apa yang dimaksud dengan “ Levels of communication”?

“Levels of Communication” merupakan tingkatan yang ada di dalam proses komunikasi. Tingkatan tersebut antara lain sebagai berikut:
.                 a. Komunikasi Interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang terjadi diantara orang perorang (minimal 2 orang) yang bersifat pribadi dan biasanya bertatap muka.
b. Komunikasi Kelompok, yaitu suatu proses komunikasi yang terjadi diantara orang – orang yang ada di dalam suatu kelompok tertentu untuk mencapai sebuah keputusan.
c. Komunikasi publik, yaitu secara tradisional berfokus pada presentasi publik dari wacana. Komunikasi publik juga sering dipahami sebagai berbicara di depan orang banyak (public speaking) yang membutuhkan keterampilan komunikasi khusus (special communication skills), seperti gestur, suara, dan bahan media yang harus digunakan untuk mengkomunikasikan pesan secara efektif
                  d. Komunikasi Organisasi, yaitu suatu proses komunikasi yang terjadi diantara oraang – orang yang ada di dalam organisasi itu sendiri dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
e. Komunikasi Massa, yaitu suatu proses komunikasi yang menggunakan media untuk menyampaikan pesan secara luas pada khalayak yang luas.

  1. Jelaskan perbedaan karakteristik /ciri-ciri ilmu pengetahuan ilmiah (scientific scholarship ),ilmu pengetahuan humanis (humanistic scholarship) dan ilmu pengetahuan sosial (sosial-science scholarship)?
Ilmu Pengetahuan Ilmiah yaitu melihat segala sesuatu secara obyektif, dan biasanya melalui observasi/ pengamatan secara mendalam. Standarisasi dan replikasi adalah hal yang penting disini, karena asumsi dari para ilmuwan  adalah dunia merupakan hal yang bisa diobservasi dan gambaran tugas mereka adalah mengamati serta menjelaskan dunia seakurat mungkin karena dunia menunggu penemuan dan tujuan ilmu pengetahuan.
Ilmu Pengetahuan humanis, yaitu mengizinkan melihat segala sesuatu dengan subyektivitas. Humanistik juga menekankan pada keunikan individu yang diobservasi/diamati. Karena itu, pengetahuan humanistik seringkali terkait dengan kasus-kasus yang bersifat individual ketimbang yang bersifat umum.Ilmu pengetahuan humanis lebih sesuai untuk masalah-masalah seni,pengalaman pribadi,dan nilai-nilai.
Ilmu Pengetahuan ilmiah Sosial ,dalam mengamati dan mengartikan pola-pola perilaku manusia,para akademisi ilmu pengetahuan sosial menjadikan manusia sebagai objek penelitian karena yang menjadi objek studi dalam ilmu sosial adalah kehidupan manusia yang unik .Komunikasi melibatkan pemahaman bagaimana perilaku orang ketika membuat, menukar, dan menginterpretasikan pesan. Maka dalam ilmu pengetahuan ilmiah sosial, penelitian komunikasi mengombinasikan metode sains dan humanistik

10.  Beri kesan singkat mengenai apa yang sudah anda pelajari dalam chapter 1 buku ini.Coba anda cari dan bandingkan 1 buku lain yang membahas tema yang sama dengan chapter 1 buku ini,kemudian catat beberapa perbedaan atau kekhasan yang anda tangkap dari kedua buku tersebut!

Saya membaca buku Theories of Human Communiation, karya littlejohn dan buku A First Look At Communication Theory karya EM.Griffin. Buku karya Littlejohn yang membahas tentang Teori komunikasi khususnya pada Bab pertama mengenai Communication Theory and scholarship,memberikan pengetahuan baru mengenai apa itu teori,proses pembuatan teori yang melewati beberapa tahap,serta sejarah teori komunikasi yang setiap negara ternyata memiliki karakteristik atau perbedaan. Begitu pula buku karya Em Griffin tentang A First Look At communication Theory khususnya pada Bab 1 yang juga membahas seputar teori.Namun dari kedua buku ini,buku Littlejohn lebih lengkap dalam pembahasan mengenai teori sampai sejarahnya pun ada,sedangkan buku Em Griffin tidak sampai sejauh itu,hanya menjelaskan pengertian teori,serta komunikasi tanpa berbicara mengenai sejarahnya.
Namun kedua buku ini telah memberikan pemahaman baru kepada saya bahwa banyak sekali manfaat belajar teori komunikasi ,yang bagi masyarakat biasa komunikasi adalah hal yang biasa dilakukan tapi ternyata jika dikupas lebih jauh lagi ilmu komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan ini.Dengan mempelajari teori komunikasi kita dapat mengetahui hal-hal yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Komunikasi yang merupakan kegiatan sehari-hari,dan setiap aspek kehidupan kita dipengaruhi oleh komunikasi kita dengan orang lain ternyata perlu dipelajari dan dipahami dengan segala kerumitannya.